BULELENG – Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) asal Kabupaten Buleleng menorehkan prestasi dalam Puncak Acara dan Penyerahan Hadiah Apresiasi Kebahasaan Balai Bahasa Provinsi Bali Tahun 2026, Kamis (22/10/2026). Selain prestasi peserta didik, dua satuan pendidikan di Buleleng juga mendapat penghargaan sebagai lembaga pengguna bahasa negara terbaik.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi yang diraih siswa serta satuan pendidikan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah.
“Prestasi yang diraih para siswa dan satuan pendidikan Kabupaten Buleleng ini patut diapresiasi. Kami berharap capaian ini menjadi penyemangat bagi peserta didik untuk terus mengembangkan kreativitas, kemampuan, dan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, khususnya bahasa Bali sebagai salah satu warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujar Sutjidra.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Luh Putu Anggia Dewi, SE. Kegiatan ini mencakup Festival Tunas Bahasa Ibu, Apresiasi Lembaga, Geliat Apresiasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), lomba pembuatan konten, serta lomba mengulas buku.
Pada jenjang SD, Komang Ariadi Jaya dari SD Negeri 5 Gobleg meraih Juara II kategori putra lomba Ngripta Cerpen. Ida Bagus Wiardewanta dari SD Negeri 4 Kampung Baru meraih Juara I kategori putra lomba Ngwacen dan Ngawi Puisi Bali Anyar. Sementara itu, I Gede Dipa Arindra Putra dari SD Negeri 1 Tajun meraih Juara I kategori putra lomba Bebanyolan Tinggal.
Prestasi juga diraih siswa SMP. Komang Wira Dharma Wijaya dari SMP Negeri 4 Tejakula memperoleh posisi Pemenang III kategori putra lomba Ngripta Cerpen. Adapun I Komang Arga Wicaksana dari SMP Negeri 1 Seririt meraih Pemenang II kategori putra lomba Nyurat Aksara Bali.
Selain penghargaan bagi peserta didik, Kabupaten Buleleng juga memperoleh apresiasi melalui SMP Negeri 1 Singaraja dan SD Negeri 2 Pemaron sebagai satuan pendidikan pengguna bahasa negara terbaik. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen kedua sekolah dalam menggunakan bahasa negara secara baik dan benar di lingkungan pendidikan.
Balai Bahasa Provinsi Bali melakukan penilaian terhadap 50 lembaga pengguna bahasa negara di Bali dan menetapkan lima lembaga sebagai pengguna bahasa terbaik tahun 2026.
Menurut Sutjidra, pelestarian bahasa daerah perlu berjalan beriringan dengan pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya sejak dini.
“Bahasa daerah dan bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kita perlu menjaga bahasa Bali sebagai identitas dan warisan budaya, sekaligus membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sutjidra juga berharap capaian tersebut dapat mendorong sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran kebahasaan dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, dan orang tua terus diperkuat. Dengan dukungan bersama, generasi muda tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap bahasa dan budaya daerah serta mampu mengikuti perkembangan zaman,” imbuhnya.
Puncak acara tersebut dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Elis Setiati, serta dihadiri perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bali, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Isye Lily Amelia, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, serta para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Bali. Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dora Amalia, mengikuti kegiatan secara daring.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Bali turut memberikan penghargaan kepada seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota se-Bali atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan program kebahasaan sepanjang 2026.
Rangkaian apresiasi ini menjadi dorongan bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembelajaran bahasa, menumbuhkan kreativitas peserta didik, serta menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.


















