DENPASAR – Kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas menjadi salah satu fokus Polda Bali melalui Operasi Patuh Agung 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sebanyak 1.055 personel kepolisian dari Polda Bali dan seluruh Polres jajaran dikerahkan untuk mendorong terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.
Operasi ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan dalam mematuhi peraturan lalu lintas, tetapi juga menekan angka kecelakaan serta fatalitas korban kecelakaan di Bali.
Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol Yong Ferrydjon, S.I.K., M.H., selaku Kepala Operasi Daerah (Kaopsda) Operasi Patuh Agung 2026, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi melibatkan 262 personel Polda Bali dan 793 personel dari Polres jajaran.
“Operasi ini juga didukung stakeholder terkait, di antaranya jajaran Pomdam IX/Udayana, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, serta Jasa Raharja. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan operasi sehingga tujuan menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan dapat tercapai,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (26/10/2026).
Operasi Patuh Agung 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat”. Tema tersebut menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya berlalu lintas yang mengutamakan keselamatan, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui operasi ini, Polda Bali bersama jajaran berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan menjadi bagian dari tanggung jawab setiap pengguna jalan dalam melindungi diri sendiri maupun orang lain.
Kombes Pol Yong Ferrydjon juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menaati ketentuan lalu lintas selama operasi berlangsung maupun dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
“Mari kita bersama-sama mendukung Operasi Patuh Agung 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas. Dengan kesadaran dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan, kita dapat mewujudkan budaya berlalu lintas di Bali yang semakin tertib, aman, dan berkeselamatan,” imbaunya.
Partisipasi masyarakat diharapkan menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan di jalan raya. Dengan kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta perilaku berkendara yang bertanggung jawab, keselamatan dapat menjadi kebutuhan bersama bagi seluruh pengguna jalan di Bali.

















