Beranda / Pendidikan / I Gede Yudi Antara Raih Juara II se-Bali, Hadirkan Inovasi Asesmen JEJAK NALAR

I Gede Yudi Antara Raih Juara II se-Bali, Hadirkan Inovasi Asesmen JEJAK NALAR

BULELENG – Pengalaman menghadapi berbagai dinamika pembelajaran di kelas mengantarkan I Gede Yudi Antara, S.Pd., guru SMP Negeri 1 Seririt, meraih Juara II dalam Lomba Karya Cipta Inovasi Guru tingkat Provinsi Bali. Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk JEJAK NALAR, sebuah inovasi asesmen yang berorientasi pada perkembangan kemampuan bernalar peserta didik.

Inovasi ini lahir dari refleksi terhadap praktik pembelajaran sehari-hari. Menurut Yudi, asesmen seharusnya tidak hanya digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa melalui angka, tetapi juga membantu guru memahami proses berpikir dan kebutuhan belajar mereka.

Menurut Yudi, asesmen tidak cukup hanya menghasilkan angka atau menentukan capaian belajar siswa. Hasil asesmen juga perlu memberikan gambaran tentang cara siswa berpikir serta menjadi pijakan bagi guru untuk menentukan langkah pembelajaran selanjutnya.

Melalui inovasi tersebut, hasil asesmen dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, memberikan umpan balik, dan menentukan tindak lanjut yang sesuai. Langkah itu dapat berupa bimbingan, penguatan materi, pengayaan, hingga pemberian tantangan lanjutan berdasarkan perkembangan peserta didik.

“Saya ingin asesmen menjadi bagian yang bermakna dalam proses pembelajaran. Bukan sekadar mengukur hasil akhir, tetapi juga membantu guru memahami kebutuhan siswa dan menentukan tindak lanjut yang tepat,” demikian penjelasan Yudi saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/10).

Untuk membawa gagasan itu ke ajang tingkat provinsi, Yudi melalui proses persiapan yang membutuhkan ketekunan. Penyusunan naskah diawali dengan mengidentifikasi persoalan pembelajaran yang ditemukan di kelas, kemudian mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang memiliki tujuan, tahapan pelaksanaan, serta manfaat yang jelas.

Naskah disusun dengan memperhatikan hubungan antara permasalahan, solusi yang ditawarkan, mekanisme pelaksanaan, dan bukti pendukung. Persiapan kemudian dilanjutkan dengan menyusun materi presentasi agar inti inovasi dapat disampaikan secara ringkas, jelas, dan sistematis.

Tahap presentasi juga menuntut pemahaman mendalam terhadap karya yang diajukan, termasuk mengenai kebaruan inovasi, penerapan prinsip asesmen, manfaat bagi siswa, keterbatasan, serta peluang pengembangannya.

“Inovasi guru tidak cukup hanya menjadi gagasan yang tertulis dalam naskah. Kita juga harus memahami persoalan yang ingin diselesaikan dan mampu menjelaskan bagaimana solusi itu diterapkan serta apa manfaatnya bagi peserta didik,” Jelas Yudhi.

Bagi Yudi, raihan Juara II tingkat Provinsi Bali menjadi pengalaman berharga sekaligus dorongan untuk terus menyempurnakan inovasi tersebut agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Ia berharap JEJAK NALAR dapat menginspirasi para pendidik untuk menjadikan asesmen sebagai sarana memahami proses berpikir siswa, bukan semata-mata sebagai alat pengukuran hasil belajar.

“Pembelajaran yang bermakna tidak hanya membantu siswa memperoleh nilai, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh, berpikir kritis, dan mengembangkan kemampuan bernalar,” pungkas Yudi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media