Beranda / tabanan / 38.783 Pelajar Tabanan Belajar Demokrasi, Pemilos Jadi Bekal Menentukan Pemimpin Masa Depan

38.783 Pelajar Tabanan Belajar Demokrasi, Pemilos Jadi Bekal Menentukan Pemimpin Masa Depan

SINGASANA — Pengalaman memilih pemimpin secara langsung kini dirasakan ribuan pelajar di Kabupaten Tabanan melalui kegiatan Nyoblos Serentak Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tingkat SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA, Rabu (21/10/2026). Tidak sekadar memilih pemimpin organisasi siswa, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal hak pilih, belajar menentukan pilihan secara mandiri, dan memahami arti demokrasi sejak bangku sekolah.

Sebanyak 38.783 pelajar terlibat dalam Pemilihan OSIS (Pemilos) Serentak Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Mereka terdiri atas 17.414 pemilih tingkat SMP/MTs dan 21.369 pemilih tingkat SMA/SMK/MA. Kontestasi ini diikuti 175 pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, dengan dukungan 313 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh wilayah pelaksanaan.

Bagi para pelajar, Pemilos memberikan gambaran nyata tentang proses pemilihan pemimpin yang selama ini lebih sering dikenal melalui pelajaran di sekolah maupun pelaksanaan pemilu di tingkat nasional dan daerah. Para siswa belajar mengenali calon, mempertimbangkan gagasan dan program, menentukan pilihan tanpa paksaan, serta menghormati keputusan pemilih lainnya.

Pengalaman tersebut dirasakan Made Kevan Lakeswara Biantara, salah satu calon Ketua OSIS SMP Negeri 1 Tabanan. Kevan mengaku bangga dapat menjadi bagian dari proses demokrasi melalui pemilihan langsung yang memberinya pengalaman serupa dengan pemilihan Presiden, Gubernur, maupun Bupati.

“Saya cukup bangga karena bisa ikut serta sebagai peserta atau calon Ketua OSIS yang dipilih secara langsung, layaknya pemilihan Presiden, Gubernur, atau Bupati. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya karena bisa merasakan secara langsung bagaimana proses demokrasi berlangsung,” ungkap Kevan.

Sebagai salah satu calon yang mengikuti kontestasi, Kevan juga menyatakan siap menerima apa pun hasil pemilihan. Baginya, kesempatan mengikuti Pemilos bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga menjadi pembelajaran untuk memahami hak pilih dan menerima hasil demokrasi dengan lapang dada.

“Apa pun hasilnya akan saya terima. Ini merupakan bentuk demokrasi kita, ketika setiap orang memiliki hak untuk memilih dan menentukan pilihannya. Pengalaman ini akan saya jadikan bekal untuk berdemokrasi, sehingga nantinya ketika sudah memiliki hak pilih dalam pemilu di Indonesia, saya bisa berpartisipasi dengan lebih memahami arti demokrasi dan tanggung jawab sebagai pemilih,” lanjutnya.

Pengalaman seperti yang dirasakan Kevan menjadi salah satu gambaran pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini. Melalui praktik langsung, pelajar tidak hanya belajar memilih, tetapi juga memahami bahwa setiap pilihan membawa tanggung jawab. Sikap menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan menerima hasil pemilihan menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. turut mengapresiasi pelaksanaan Nyoblos Serentak tersebut. Menurutnya, pengalaman demokrasi di sekolah dapat membantu membentuk generasi muda yang memahami pentingnya partisipasi dan tanggung jawab dalam menentukan pemimpin.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan Nyoblos Serentak Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak kita untuk memahami demokrasi melalui pengalaman langsung. Mereka belajar menggunakan hak pilih, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar yang memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal ketika para siswa memasuki usia sebagai pemilih dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

“Harapan kami, anak-anak di Tabanan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang baik. Mereka perlu memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap pilihan harus disertai tanggung jawab. Pengalaman mengikuti Pemilos ini diharapkan menjadi bekal ketika kelak mereka memiliki hak pilih dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah,” tambahnya.

Pemilos Serentak 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi KPU Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendidikan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bawaslu Kabupaten Tabanan dan KNPI Kabupaten Tabanan.

Bagi masyarakat, pembelajaran demokrasi di sekolah menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang mampu menentukan pilihan secara cerdas, menghargai perbedaan, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab. Sebab, kualitas demokrasi pada masa mendatang juga ditentukan oleh bagaimana generasi muda memahami hak dan kewajibannya sejak dini.

Melalui semangat “Belajar Demokrasi dari Sekolah”, Pemilos diharapkan tidak berhenti pada terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi langkah awal bagi pelajar Tabanan untuk mengenal demokrasi secara nyata dan mempersiapkan diri menjadi pemilih yang bertanggung jawab ketika kelak menggunakan hak pilih dalam pesta demokrasi Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media