TABANAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali mulai berdampak pada aktivitas olahraga masyarakat dan atlet di Kabupaten Tabanan. Lapangan Debes Tabanan yang biasanya ramai oleh kegiatan olahraga sejak pagi hingga sore, terlihat jauh lebih sepi saat dipantau pada Kamis (15/10/2026).
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan distribusi BBM tidak hanya memengaruhi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga kegiatan olahraga yang menjadi bagian dari rutinitas warga serta pembinaan atlet daerah.
Ketua Umum KONI Tabanan, I Made Nurbawa, S.E., saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kelangkaan BBM turut memberikan dampak terhadap aktivitas olahraga di Tabanan.
Meski demikian, Nurbawa menegaskan kondisi tersebut tidak serta-merta memadamkan semangat para atlet untuk berlatih. Kendala justru muncul pada mobilitas, terutama bagi atlet usia dini yang masih bergantung pada orang tua untuk mengantar mereka ke tempat latihan.
“Tetap semangat. Cuma kelangkaan BBM membuat orang tua tidak bisa mengantar anaknya dan beberapa cabang olahraga memilih libur,” ungkap Nurbawa.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan olahraga di Tabanan. Keterbatasan akses transportasi membuat sebagian atlet kesulitan mengikuti latihan rutin, sementara beberapa cabang olahraga memilih menghentikan sementara kegiatan hingga kondisi memungkinkan.
Nurbawa berharap situasi distribusi BBM di Bali segera pulih sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan olahraga dan pembinaan atlet, dapat kembali berjalan normal.
Namun, ia menilai kondisi ini juga perlu menjadi momentum untuk membangun kesadaran baru mengenai penggunaan energi secara lebih efisien. Menurutnya, isu krisis energi telah lama menjadi perhatian di tingkat global, sehingga situasi yang terjadi saat ini dapat menjadi pengingat penting bagi masyarakat Bali untuk lebih bijak dalam menggunakan energi pada masa mendatang.
Di tengah keresahan masyarakat, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi generasi saat ini tentang pentingnya efisiensi energi dan kesiapan menghadapi tantangan ketersediaan sumber daya.
Bagi dunia olahraga Tabanan, pemulihan distribusi BBM menjadi hal yang dinantikan agar atlet dapat kembali menjalani latihan secara optimal. Pada saat yang sama, kesadaran untuk menggunakan energi secara bijak diharapkan tumbuh sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan yang lebih berkelanjutan.


















